Skip to main content
padlock icon - secure page this page is secure

Open Access Karakteristik dan Kesintasan Penyakit Ginjal Kronik Stadium 3 dan 4 pada Anak di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM

Download Article:

The full text article is available externally.

The article you have requested is supplied via the DOAJ. View from original source.

This article is Open Access under the terms of the Creative Commons CC BY-NC-SA licence.

Latar belakang. Penyakit ginjal kronik merupakan terminologi baru untuk pasien yang mengalami kerusakan ginjal paling sedikit selama tiga bulan dengan atau tanpa penurunan LFG. Terminologi ini belum banyak digunakan di Indonesia sehingga karakteristik dan kesintasan PGK stadium 3 dan 4 pada anak belum banyak diteliti. Tujuan. Mendapatkan karakteristik dan kesintasan PGK stadium 3 dan 4 pada anak yang berobat di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Metode. Penelitian kohort prospektif historikal ini diambil dari rekam medis pasien dengan PGK stadium 3 dan 4 menurut kiriteria NKF KDOQI di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM sejak Januari 2004 hingga 30 November 2012. Kesintasan dianalisis dengan menggunakan Kaplan Meier dengan event yang dinilai adalah PGK stadium 5 atau kematian. Hasil. Terdapat 50 rekam medis yang masuk dalam analisis, terdiri atas 36 subjek PGK stadium 3 dan 14 subjek PGK stadium 4. Median usia adalah 7,9 (2-15) tahun dengan jenis kelamin perempuan (58%) sedikit lebih banyak dari pada laki-laki (42%). Etiologi terbanyak adalah glomerulonefritis (56%) dengan sindrom nefrotik memiliki proporsi terbesar. Gambaran klinis yang ditemukan adalah hipertensi (42%), gizi kurang (40%), anemia (70%), gangguan elektrolit (78%), asidosis (34%), proteinuria (72%), perawakan pendek (56%), osteodistrofi renal (2%), dan kardiomiopati dilatasi (14 %). Median kesintasan keseluruhan adalah 57,13 bulan (IK 95% 11,18 sampai 103,09). Kesimpulan. Penyakit ginjal kronik stadium 3 dan 4 sedikit lebih banyak terjadi pada perempuan dengan etiologi terbanyak adalah glomerulonefritis. Komplikasi yang paling sering adalah gangguan elektrolit, anemia, perawakan pendek, gizi kurang, dan hipertensi. Median kesintasan keseluruhan adalah 57,13 bulan (IK 95 % 11,18 sampai 103,09).
No References
No Citations
No Supplementary Data
No Article Media
No Metrics

Document Type: Research Article

Affiliations: Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Publication date: January 1, 2016

  • Access Key
  • Free content
  • Partial Free content
  • New content
  • Open access content
  • Partial Open access content
  • Subscribed content
  • Partial Subscribed content
  • Free trial content
Cookie Policy
X
Cookie Policy
Ingenta Connect website makes use of cookies so as to keep track of data that you have filled in. I am Happy with this Find out more